Internasional

Rumah Sakit Banyak Tak Berfungsi, Warga Palestina Hadapi Wabah Penyakit

Rab, 6 Desember 2023 | 15:00 WIB

Rumah Sakit Banyak Tak Berfungsi, Warga Palestina Hadapi Wabah Penyakit

Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan Israel, di Rafah, Jalur Gaza selatan, pada 4 Desember. (Foto: REUTERS/Fadi Shana)

Jakarta, NU Online

Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) untuk Tepi Barat dan Gaza Richard Pepperkorn mengatakan intensitas pengeboman Israel di wilayah selatan Palestina terus meningkat usai gencatan senjata berakhir. Ia mengabarkan bahwa rumah sakit banyak yang tidak berfungsi dan warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. 


"Situasinya semakin memburuk dari jam ke jam. Ada pengeboman intensif yang terjadi di sekitar, termasuk di sini di daerah selatan, Khan Younis dan bahkan di Rafah," terang Pepperkorn dikutip dari Reuters pada Rabu (6/12/2023). 


Ia menambahkan, sebanyak 18 dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza berfungsi dalam kapasitas yang amat terbatas. Sementara tiga rumah sakit hanya menyediakan pertolongan pertama dasar, sedangkan sisanya memberikan layanan parsial. Lalu 12 dari 18 rumah sakit itu berada di selatan. Hanya sekitar 1.400 tempat tidur rumah sakit yang masih tersedia di Jalur Gaza. 


Pepperkorn mengatakan bahwa sejak dimulainya perang, warga Palestina kini menghadapi wabah penyakit. Sebanyak 120.000 orang dilaporkan mengalami infeksi pernapasan akut; hampir 26.000 orang dengan kudis.


Kemudian ada 86.000 kasus diare, termasuk 44.000 di antara anak-anak berusia di bawah lima tahun, yang 20 hingga 30 kali lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sementara itu, terdapat sekitar 1.150 kasus penyakit kuning bersama dengan kasus cacar air, ruam kulit, dan meningitis.


Dalam laporan WAFA, Juru Bicara UNICEF James Elder mengatakan bahwa penampungan korban perang kian padat. 


"Dalam dua jam ada 5.000 orang, di mana tidak ada seorang pun sebelumnya. Secara kritis di tempat-tempat ini, tidak ada sanitasi," katanya.


Ia mengatakan bahwa di satu tempat penampungan di Gaza dengan jumlah 30.000 pengungsi, hanya memiliki satu toilet untuk kira-kira setiap 400 orang, yang berarti antrean hingga lima jam.


Ia menilai, Israel mengarahkan warga sipil ke wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona aman, tetapi yang tidak memiliki toilet atau air bersih. Hal ini menciptakan badai yang sempurna untuk wabah penyakit.


Jumlah korban tewas terus melonjak. Palestinian Central Bureau of Statistics (PCBS) mencatat lebih dari 16.508 orang meninggal dunia dengan sebagian besar korban tercatat di kalangan perempuan dan anak-anak. Sebanyak lebih dari 46 ribu orang luka-luka, 1,6 juta warga sipil mengungsi. 


Sebagai wujud kepedulian bagi warga Palestina, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui NU Care-LAZISNU mengajak masyarakat untuk menyalurkan bantuan dana kemanusiaan yang dapat disalurkan melalui NU Online Super App di fitur Zakat & Sedekah atau lewat tautan https://applink.nu.or.id/donation.